Terasering Panyaweuyan 2026: Waktu Terbaik Berkunjung Agar Dapat View Hijau Royo-Royo

  • Post author:
  • Post category:Wisata

Destinasi wisata alam di Jawa Barat terus menunjukkan pesonanya, dan pada tahun 2026 ini, Terasering Panyaweuyan di Majalengka kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial karena pemandangan hijaunya yang sangat memukau. Terletak di lereng Gunung Ciremai, tepatnya di wilayah Kecamatan Argapura, objek wisata ini menawarkan hamparan perkebunan bawang yang tersusun rapi mengikuti kontur perbukitan. Bagi para pemburu konten visual maupun wisatawan yang ingin melepas penat, mengetahui waktu kunjungan yang tepat adalah kunci utama untuk mendapatkan pemandangan “hijau royo-royo” yang sempurna. Berdasarkan kalender tanam petani lokal, bulan Februari hingga Maret merupakan masa di mana tanaman bawang sedang tumbuh subur, sehingga seluruh permukaan bukit akan tertutup warna hijau yang menyegarkan mata.

Untuk memastikan kenyamanan pengunjung, pihak pengelola wisata bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka telah melakukan berbagai pembenahan fasilitas. Pada kunjungan lapangan yang dilakukan petugas pada Selasa, 10 Februari 2026, tercatat adanya peningkatan signifikan jumlah wisatawan domestik. Mengingat akses jalan yang cukup menanjak dan berkelok, aparat kepolisian dari Satlantas Polres Majalengka secara rutin melakukan patroli di sepanjang jalur Argapura untuk memantau kelancaran lalu lintas. Petugas mengimbau agar para pengendara selalu mengecek kondisi rem kendaraan dan menghindari penggunaan bus besar karena lebar jalan yang terbatas. Waktu terbaik untuk sampai di lokasi adalah saat golden hour, yakni sekitar pukul 05.30 WIB, di mana Anda bisa menyaksikan matahari terbit yang muncul di balik kemegahan Gunung Ciremai sembari menghirup udara pegunungan yang masih murni.

Keunikan Terasering Panyaweuyan dibandingkan destinasi serupa lainnya adalah tata kelola lahan yang masih menggunakan sistem tradisional namun sangat estetis secara geometris. Saat sinar matahari pagi menyentuh embun di pucuk-pucuk daun bawang, gradasi warna hijau yang muncul menciptakan harmoni alam yang sulit ditemukan di tempat lain. Selain area puncak, wisatawan juga disarankan untuk mengeksplorasi jembatan kayu yang telah diperkokoh untuk mendapatkan sudut pengambilan gambar yang lebih dramatis. Pihak pengelola juga menyediakan area parkir yang memadai dan beberapa warung kopi lokal yang menyajikan kudapan khas Majalengka, sehingga pengunjung bisa bersantai lebih lama sambil menikmati suasana pedesaan yang tenang.