Menakar Realisasi Investasi Logistik Kertajati Aerocity

  • Post author:
  • Post category:Berita

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kini memasuki fase pengembangan krusial melalui proyek Kertajati Aerocity yang digadang-gadang menjadi pusat ekonomi baru di Majalengka. Di tahun 2026, evaluasi terhadap realisasi investasi di sektor logistik menjadi fokus utama untuk membuktikan apakah kawasan ini benar-benar mampu menjadi hub kargo udara terbesar di Indonesia. Keberadaan tol Cisumdawu yang sudah beroperasi penuh menjadi faktor kunci yang menarik minat para pemain logistik global untuk menanamkan modalnya di Majalengka, menciptakan ekosistem industri yang terintegrasi dengan moda transportasi udara secara efisien.

Pertumbuhan realisasi investasi di Kertajati terlihat dari pembangunan gudang-gudang modern berteknologi tinggi dan pusat distribusi e-commerce yang mulai bermunculan di sekitar bandara. Lokasinya yang strategis, berada di tengah antara koridor industri Bekasi-Karawang dan pelabuhan Patimban, menjadikan Kertajati sebagai titik simpul logistik yang ideal. Banyak perusahaan multinasional mulai melirik kawasan ini sebagai alternatif pusat distribusi untuk wilayah Asia Tenggara karena harga lahan yang masih kompetitif dan ketersediaan tenaga kerja yang melimpah di Jawa Barat bagian timur. Investasi ini diharapkan tidak hanya berupa bangunan fisik, tetapi juga transfer teknologi di bidang manajemen rantai pasok.

Namun, menakar kesuksesan realisasi investasi di Kertajati tidak bisa hanya dilihat dari nilai komitmen di atas kertas. Tantangan yang masih dihadapi adalah sinkronisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama terkait kemudahan perizinan satu pintu (OSS) dan insentif pajak bagi investor awal. Selain itu, ketersediaan energi listrik, air bersih, dan jaringan internet berkecepatan tinggi di kawasan aerocity harus benar-benar terjamin agar operasional logistik tidak terkendala. Pemerintah daerah Majalengka perlu berperan aktif dalam menyiapkan SDM lokal melalui pelatihan khusus di bidang kargo dan pergudangan agar warga setempat tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya investasi asing.

Hingga pertengahan 2026, indikator realisasi investasi logistik di Kertajati menunjukkan tren positif dengan meningkatnya volume kargo internasional yang dilayani oleh bandara. Dampak ekonomi dari investasi ini mulai merembet ke sektor jasa pendukung seperti perhotelan bagi kru pesawat, layanan katering udara, hingga bengkel perawatan pesawat (MRO). Kertajati Aerocity kini mulai bertransformasi dari lahan luas yang kosong menjadi pusat kesibukan ekonomi yang dinamis. Keberhasilan proyek ini akan menjadi pembuktian bahwa pengembangan wilayah berbasis bandara (aerotropolis) dapat diimplementasikan dengan sukses di Indonesia jika didukung oleh konektivitas infrastruktur yang terintegrasi dengan baik.