Para pengusaha komoditas buah-buahan di kawasan pegunungan terancam kerugian finansial drastis akibat serangan hama tanaman serta perubahan cuaca yang tidak menentu. Kondisi memprihatinkan yang dialami Jeruk Kintamani tersebut ditandai dengan membusuknya buah sebelum matang serta jatuhnya bunga secara masal dari pepohonan warga. Ratusan hektar kebun buah milik masyarakat terancam rusak total jika tidak segera mendapatkan penanganan medis pertanian yang tepat dari dinas terkait. Petani mengaku pasrah karena modal usaha yang dikeluarkan untuk membeli pupuk dan obat-obatan tidak kembali.
Para ahli pertanian menyatakan bahwa kombinasi kelembapan udara yang tinggi dan serangan bakteri pembawa penyakit menjadi pemicu utama kerusakan tanaman buah tersebut. Komoditas unggulan lokal Jeruk Kintamani yang biasanya menjadi penyuplai utama pasar buah nasional kini mengalami penurunan produksi hingga lebih dari 70 persen. Kondisi ini memicu lonjakan harga buah di tingkat konsumen serta mengancam kelangsungan hidup ekonomi keluarga para petani lokal. Pemerintah daerah didesak untuk segera menerjunkan tim penyuluh pertanian guna membantu mengatasi krisis gagal panen ini.
Bupati menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah pertanian yang menimpa para petani di kawasan perbukitan tersebut. Bantuan obat pembasmi hama serta insentif pupuk bersubsidi bagi pengelola kebun Jeruk Kintamani akan segera disalurkan melalui kelompok tani desa. Pemerintah juga tengah berkoordinasi dengan pihak perbankan daerah agar memberikan keringanan cicilan pinjaman bagi petani yang mengalami musibah gagal panen total. Penelitian untuk mengembangkan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap serangan hama dan perubahan iklim akan ditingkatkan.
Asosiasi pedagang buah mengimbau pemerintah untuk mengawasi masuknya buah impor agar harga komoditas lokal tidak semakin anjlok di pasaran. Pendampingan teknologi pertanian modern sangat dibutuhkan oleh para petani kecil agar mampu memitigasi risiko gagal panen akibat krisis iklim global. Diversifikasi tanaman sela juga disarankan kepada para petani agar tetap memiliki penghasilan alternatif saat tanaman utama mengalami kerusakan. Ketahanan sektor pertanian lokal harus terus dijaga melalui kebijakan yang berpihak pada petani.
Dengan adanya bantuan darurat dan pendampingan dari tim ahli pertanian, diharapkan kondisi kebun warga dapat segera pulih pada musim tanam berikutnya. Semangat para petani untuk mempertahankan kualitas produk buah lokal unggulan harus terus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah. Keberhasilan memulihkan produksi pertanian akan mengembalikan kesejahteraan ekonomi warga kawasan pegunungan. Produk buah lokal yang berkualitas merupakan aset berharga bagi sektor ketahanan pangan dan pariwisata daerah.
