Pengelola destinasi pariwisata alam lanskap pertanian lereng gunung membangun fasilitas tangga beton ramah lingkungan guna meningkatkan keselamatan para pengunjung. Pembenahan terasering argapura difokuskan pada pemasangan tangga pembatas berbahan kayu dan batu alam di sepanjang alur bukit persawahan yang bertingkat-tingkat. Langkah infrastruktur ini diambil guna mencegah risiko wisatawan tergelincir saat berjalan di bahu tanah licin ketika menikmati keindahan panorama lanskap hijau. Dengan adanya jalur tangga berpagar pengaman, para pengunjung dapat menjelajahi keindahan petak sawah bertingkat secara nyaman dan aman.
Pembangunan sarana pejalan kaki pada lokasi terasering argapura dikerjakan secara hati-hati tanpa merusak atau merubah bentuk keaslian pematang sawah milik para petani lokal. Pengelola menyediakan banyak panggung pandang kecil di sepanjang rute tangga sebagai tempat berfoto dan beristirahat bagi para wisatawan yang kelelahan. Pemasangan papan imbauan keselamatan dan tempat sampah terpilah juga diletakkan di setiap titik persimpangan jalur jalan guna menjaga kebersihan lingkungan kawasan alam. Tata kelola sarana pejalan kaki ini sukses menyelaraskan kebutuhan pariwisata dan pelestarian alam.
Kehadiran jalur tangga pengaman di kawasan terasering argapura mendapat pujian tinggi dari para wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung. Para fotografer dan keluarga yang membawa anak-anak kini dapat mengelilingi kawasan hamparan persawahan hijau dengan rasa aman penuh tanpa khawatir jatuh. Angka kunjungan wisatawan tercatat mengalami kenaikan pesat berkat kemudahan aksesibilitas jalan yang jauh lebih tertib dan memadai. Pertumbuhan pariwisata ini secara langsung meningkatkan pendapatan warga desa yang berprofesi sebagai pemandu wisata dan pedagang makanan.
Para petani lokal pemilik lahan persawahan merasa sangat terbantu dengan hadirnya jalur tangga pejalan kaki teratur bagi para pengunjung kawasan wisata tersebut. Pengunjung kini tidak lagi berjalan menerobos atau merusak tanaman padi yang sedang tumbuh di atas pematang sawah berkat tersedianya jalur khusus pejalan kaki. Pihak pengelola secara rutin memberikan bagian dari hasil penjualan tiket masuk wisata kepada para petani sebagai bentuk kompensasi pemeliharaan lahan persawahan. Kemitraan yang harmonis ini menciptakan iklim pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Diharapkan penataan sarana pariwisata alam yang aman dan tertib ini dapat terus dipertahankan keasriannya demi memikat lebih banyak daya tarik pengunjung luar daerah. Pihak pengelola berencana menambahkan fasilitas penanaman lampu hias tenaga surya di sepanjang rute tangga agar keindahan pemandangan persawahan dapat dinikmati saat sore hari. Pelestarian keasrian lanskap alam persawahan bertingkat menjadi kunci utama kejayaan destinasi wisata daerah secara jangka panjang. Kawasan wisata lereng gunung kini tampil jauh lebih memikat, aman, dan berkelas.
