Proses Press cetak dalam pembuatan genteng tanah liat merupakan kerajinan industri bahan bangunan yang amat legendaris di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Jatiwangi telah tersohor sejak zaman kolonial sebagai pusat produsen genteng tanah liat terbesar dan berkualitas paling kokoh di Pulau Jawa. Karakteristik utama genteng Jatiwangi terletak pada kepadatan struktur materialnya yang sangat tinggi, tahan terhadap benturan fisik, serta memiliki daya tahan cuaca luar biasa dari gempuran hujan dan panas matahari. Genteng tanah liat menjadi pilihan penutup atap favorit masyarakat karena Mampu menyerap panas matahari, membuat interior rumah terasa sejuk.
Bahan baku utama pembuatan genteng adalah jenis tanah liat lokal pilihan yang dicampur dengan sedikit pasir halus dan air bersih. Adonan tanah liat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam mesin giling molen bertingkat guna menghancurkan gumpalan batu kecil serta menyatukan seluruh material adonan menjadi lumpur liat yang sangat halus dan plastis. Adonan tanah liat gilingan kemudian dipotong-potong menjadi balok adonan berukuran kecil yang disebut moling. Balok-balok adonan moling ini diistirahatkan selama satu malam agar kelembapan air terdistribusi secara merata ke seluruh struktur adonan tanah liat tersebut.
Tahap pencetakan dilakukan menggunakan mesin pres hidrolik atau mesin pres ulir manual bertekanan tinggi. Proses Press adonan tanah liat ini dikerjakan oleh para pekerja terampil, di mana balok adonan diletakkan di atas cetakan besi pelat lalu ditumbuk tekanan mesin pres hingga memadat membentuk kepingan genteng berprofil presisi. Tekanan pres yang sangat kuat berfungsi mengeluarkan seluruh gelembung udara yang terperangkap di dalam adonan tanah liat, memastikan kepingan genteng basah memiliki kerapatan molekul yang sangat tinggi, tidak mudah retak, serta memiliki sudut-sudut kuncian atap yang rapi dan presisi saat dipasang di atap rumah.
Genteng basah yang keluar dari cetakan pres dihaluskan bagian tepinya secara manual, lalu disusun di atas rak-rak pengeringan dalam bangsal beralap atap selama beberapa hari. Setelah kadar airnya berkurang secara signifikan, genteng tanah liat dimasukkan ke dalam tungku pembakaran raksasa (tobong) untuk dibakar menggunakan kayu bakar dan sekam padi pada suhu di atas 800 derajat Celsius selama puluhan jam. Proses pemanasan bersuhu tinggi ini mematangkan reaksi kimia tanah liat, mengubah kepingan mentah menjadi genteng berwarna merah bata yang sangat keras, kokoh, kedap air, serta berdering nyaring saat diketuk.
Keunggulan mutu genteng press Jatiwangi khas Majalengka hingga kini terus menjadikannya komoditas bahan bangunan terdepan di pasaran konstruksi Indonesia. Melalui Proses Press cetak yang dikerjakan dengan standar kontrol kualitas yang ketat, para pengerajin genteng Jatiwangi berhasil menjaga reputasi daerah sebagai kota industri genteng tanah liat tepercaya. Penggunaan penutup atap alami ramah lingkungan ini turut mendukung gerakan pembangunan hunian hijau yang hemat energi pendingin ruang. Pelestarian industri genteng tradisional ini terus menggerakkan roda perekonomian ribuan keluarga pekerja di Majalengka.
