Fasilitas infrastruktur perhubungan udara di wilayah Jawa Barat bagian timur kini semakin menunjukkan peran strategisnya sebagai pusat transportasi udara kawasan. Bandara Internasional berkapasitas besar ini mencatatkan peningkatan volume keberangkatan penumpang dan penerbangan kargo secara signifikan setiap bulannya. Penambahan rute penerbangan domestik baru menuju sejumlah kota besar di luar pulau Jawa membuat aktivitas terminal penumpang terasa makin ramai. Beroperasinya jalan tol terhubung makin mempermudah akses masyarakat dari berbagai kabupaten menuju ke kawasan bandara udara tersebut.
Pengembangan konsep kawasan kota penerbangan terpadu di sekitar area terminal udara terus digenjot guna mendukung pemanfaatan potensi ekonomi daerah secara maksimal. Bandara Internasional ini dikelilingi oleh area logistik terpadu, pusat perbelanjaan, dan kawasan industri manufaktur yang siap menarik investor luar negeri. Kehadiran fasilitas kargo yang luas mempermudah proses pengiriman produk ekspor industri lokal menuju pasar mancanegara secara cepat tanpa hambatan. Konsep integrasi transportasi dan industri ini diyakini mampu memicu pertumbuhan ekonomi daerah secara cepat.
Pemerintah daerah bekerja sama dengan maskapai penerbangan terus berupaya membuka penerbangan langsung internasional untuk melayani perjalanan ibadah dan wisata luar negeri. Bandara Internasional ini diproyeksikan menjadi pusat keberangkatan jamaah haji dan umrah utama bagi seluruh warga di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Pengoperasian sarana hotel transit serta pusat kuliner di dalam terminal makin menambah kenyamanan para calon penumpang yang sedang menunggu waktu keberangkatan pesawat. Pelayanan yang ramah dan cepat terus dipertahankan pengelola.
Dampak nyata dari makin ramainya aktivitas perhubungan udara ini terasa langsung pada penyerapan ribuan tenaga kerja lokal dari kawasan sekitar kabupaten setempat. Bandara Internasional ini membuka peluang kerja di bidang pelayanan darat maskapai, pengamanan terminal, teknisi pesawat, hingga staf logistik bahan bakar penerbangan. Para pelaku usaha UMKM lokal juga diberikan ruang khusus di area komersial terminal untuk menjajakan produk kerajinan dan jajanan khas daerah. Kemitraan ini mengangkat derajat perekonomian warga lokal.
Konektivitas sarana transportasi umum pendukung seperti bus pemandu moda dan taksi resmi terus ditambah jumlahnya guna melayani mobilitas penumpang dari berbagai daerah asal. Bandara Internasional ini siap menjadi pintu gerbang utama pertumbuhan pariwisata dan investasi ekonomi di kawasan timur Jawa Barat menuju masa depan berdaya saing tinggi. Kesiapsiagaan sarana dan prasarana udara ini akan menjamin kenyamanan seluruh pengguna jasa penerbangan harian. Masa depan kawasan penerbangan modern ini makin bersinar terang.
