Pembangunan kawasan wisata alam yang masif di wilayah Majalengka kini memicu kekhawatiran baru terkait menurunnya debit air irigasi yang selama ini mengairi lahan pertanian warga. Banyak area resapan air di bagian hulu yang diubah fungsinya menjadi resort, kolam renang, dan fasilitas hiburan lainnya, yang secara langsung menyedot cadangan air bawah tanah dalam jumlah besar. Akibatnya, saluran irigasi yang mengalir ke hilir menjadi kering, membuat para petani kesulitan untuk mendapatkan air bagi tanaman padi mereka, yang akhirnya mengancam hasil panen dan keberlangsungan ekonomi para petani di wilayah tersebut.
Gangguan pada debit air ini menunjukkan kurangnya kajian lingkungan yang mendalam sebelum proyek pariwisata tersebut diberikan izin. Pembangunan yang hanya mengejar keuntungan komersial tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem daerah aliran sungai telah menciptakan ketimpangan akses air antara sektor pariwisata dan pertanian. Petani yang sudah mengelola lahan secara turun-temurun kini harus beradu dengan pihak pengelola wisata yang memiliki akses modal lebih kuat untuk menguasai sumber air. Hal ini adalah bentuk ketidakadilan lingkungan yang jika tidak segera diselesaikan akan memicu konflik sosial antara warga lokal dan pengusaha pendatang yang mengabaikan hak-hak masyarakat desa.
Pemerintah Kabupaten Majalengka harus segera melakukan audit menyeluruh terhadap pemanfaatan air pada setiap proyek wisata alam yang ada. Jika ditemukan pengambilan air yang berlebihan hingga merugikan sektor pertanian, maka izin operasional harus ditinjau kembali. Pembangunan fasilitas wisata harus wajib dilengkapi dengan sistem pemanenan air hujan atau penyediaan sumber air mandiri yang tidak mengambil hak milik irigasi warga. Pengawasan debit air secara periodik melalui alat ukur harus diwajibkan bagi seluruh pengusaha pariwisata agar transparan dan tidak merugikan masyarakat sekitar yang lebih membutuhkan air untuk keberlangsungan hidup pangan mereka.
Keberlanjutan pertanian adalah prioritas bagi kedaulatan pangan Majalengka. Mari kita dukung pariwisata yang ramah lingkungan dan tidak mematikan sektor pertanian rakyat. Dukungan bagi petani untuk menyuarakan aspirasi mereka sangat penting agar suara mereka didengar oleh pengambil kebijakan. Dengan memastikan bahwa alokasi debit air tetap adil bagi semua pihak, kita bisa menciptakan pembangunan yang harmonis antara kemajuan wisata dan kelestarian pertanian. Mari kita kawal kebijakan penggunaan air agar tidak terjadi monopoli sumber daya alam oleh pihak tertentu, sehingga tanah pertanian kita tetap bisa berproduksi secara maksimal tanpa kekurangan air demi masa depan yang lebih sejahtera.
