Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga Bandung Barat beberapa waktu terakhir menemui pelaku babak baru. Pihak keluarga dari terduga pelaku yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian mengungkapkan informasi mengejutkan. Mereka menduga bahwa pelaku curanmor tersebut memiliki riwayat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Pernyataan dari pihak keluarga ini disampaikan setelah pelaku berhasil ditangkap dan menjalani pemeriksaan oleh aparat kepolisian. Keluarga mengaku sangat terkejut dan prihatin dengan keterlibatan anggota keluarga mereka dalam tindak kriminal tersebut. Mereka menjelaskan bahwa pelaku memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang belum sepenuhnya terkontrol dan seringkali bertindak di luar kesadaran.
Menanggapi informasi ini, pihak kepolisian Resor Cimahi menyatakan akan melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kondisi kejiwaan pelaku. Pemeriksaan medis dan psikologis akan dilakukan untuk memastikan apakah pelaku benar-benar mengalami gangguan jiwa dan apakah kondisi tersebut mempengaruhi tindakannya dalam melakukan pencurian kendaraan bermotor. Hasil pemeriksaan ini akan menjadi pertimbangan penting dalam proses hukum selanjutnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Bandung Barat untuk tetap tenang, tidak panik, dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus pencurian kendaraan bermotor ini kepada pihak berwajib yang akan bertindak secara profesional, objektif, dan transparan dalam mengungkap fakta sebenarnya yang melatarbelakangi serangkaian aksi curanmor ini. Apabila hasil pemeriksaan medis dan psikologis membuktikan bahwa pelaku curanmor adalah seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), maka penanganan hukum terhadap pelaku akan disesuaikan secara khusus dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia bagi pelaku tindak pidana yang memiliki kondisi kejiwaan tertentu
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Bandung Barat. Di satu sisi, keresahan akibat maraknya kasus curanmor masih membayangi. Di sisi lain, adanya dugaan pelaku adalah ODGJ menimbulkan dilema etis dan hukum dalam penanganannya. Masyarakat berharap agar pihak kepolisian dapat segera menyelesaikan kasus ini dengan adil dan memberikan rasa aman kembali bagi warga Bandung Barat. Peningkatan keamanan dan kewaspadaan juga diimbau kepada seluruh masyarakat untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas serupa di masa mendatang.
