Kertajati Ubah Majalengka Jadi Pusat Logistik Udara

  • Post author:
  • Post category:Berita

Kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati telah membawa perubahan paradigma pembangunan di wilayah timur Jawa Barat, di mana kawasan ini kini diproyeksikan menjadi Pusat Logistik udara yang akan menyokong arus perdagangan nasional. Seiring dengan selesainya akses jalan tol yang menghubungkan kawasan industri besar di Bekasi dan Karawang menuju Kertajati, distribusi barang kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pelabuhan laut atau bandara di Jakarta. Transformasi ini menjadikan Majalengka sebagai titik simpul strategis dalam rantai pasok global, menarik minat berbagai perusahaan ekspedisi dan pergudangan raksasa untuk membangun basis operasional mereka di sekitar kawasan bandara.

Pemanfaatan Kertajati sebagai Pusat Logistik utama didukung oleh luas lahan yang sangat memadai untuk pengembangan kargo udara dan fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO). Dengan kapasitas landas pacu yang mampu menampung pesawat berbadan lebar, efisiensi pengiriman komoditas ekspor seperti produk manufaktur, tekstil, hingga hasil pertanian unggulan Jawa Barat dapat ditingkatkan secara signifikan. Hal ini sangat krusial dalam menekan biaya logistik nasional yang selama ini dianggap cukup tinggi dibandingkan negara tetangga. Kedekatan lokasi dengan Pelabuhan Patimban juga menciptakan sinergi moda transportasi yang terintegrasi, memperkuat posisi Majalengka dalam peta ekonomi makro Indonesia.

Dampak sosial-ekonomi dari berkembangnya Pusat Logistik di Kertajati mulai dirasakan langsung oleh masyarakat lokal melalui terciptanya lapangan kerja baru yang beragam. Tidak hanya di sektor penerbangan, tetapi juga di bidang manajemen pergudangan, administrasi kargo, hingga jasa keamanan dan transportasi darat. Pemerintah daerah pun mulai fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kejuruan yang relevan dengan industri logistik. Perubahan ini perlahan mengalihkan struktur ekonomi Majalengka yang semula didominasi sektor agraris tradisional menuju sektor jasa dan industri modern yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dan berkelanjutan.

Namun, keberlanjutan Kertajati sebagai Pusat Logistik yang tangguh menuntut kesiapan infrastruktur pendukung yang konsisten, termasuk pasokan energi dan ketersediaan air bersih bagi kawasan industri di sekitarnya. Pemerintah terus berupaya menciptakan ekosistem “Aerocity” yang tidak hanya berfungsi sebagai bandara, tetapi juga sebagai kota mandiri yang menopang seluruh kebutuhan operasional bisnis logistik. Selain itu, digitalisasi sistem kepabeanan dan layanan kargo di bandara terus diperbarui guna memberikan kemudahan transaksi bagi para pelaku usaha internasional, sehingga Kertajati mampu bersaing dengan pusat-pusat logistik lainnya di kawasan Asia Tenggara.