Kabupaten Majalengka kini menjadi salah satu pusat perhatian di Jawa Barat berkat kehadiran Bandara Internasional Kertajati dan perkembangan industri yang pesat. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul keluhan dari warga dan pengguna jalan mengenai suasana Majalengka Kota Mati Malam Hari. Begitu matahari terbenam, suasana di jalur-jalur utama antarkecamatan hingga beberapa sudut pusat kota terasa mencekam. Penyebab utamanya adalah fasilitas penerangan jalan umum (PJU) yang dinilai masih sangat minim, membuat aktivitas masyarakat setelah jam delapan malam menurun drastis.
Kondisi Majalengka Kota Mati Malam Hari ini bukan sekadar masalah estetika kota, melainkan menyangkut keamanan dan keselamatan warga. Minimnya lampu jalan di jalur-jalur rawan seperti wilayah Cadas Ngampar atau jalur menuju arah selatan membuat pengendara motor harus ekstra waspada terhadap lubang jalan dan risiko kecelakaan lalu lintas. Selain itu, kegelapan yang menyelimuti jalanan juga memberikan celah bagi pelaku tindak kriminalitas jalanan untuk melancarkan aksinya. Warga pun merasa enggan untuk keluar rumah jika tidak ada urusan yang mendesak, yang pada akhirnya mematikan roda ekonomi sektor kuliner dan jasa di malam hari.
Dampak lain dari fenomena Majalengka Kota Mati Malam Hari adalah terhambatnya konektivitas antarwilayah. Para sopir kendaraan logistik sering kali mengeluhkan minimnya rambu yang diterangi cahaya, sehingga mereka merasa tidak nyaman saat melintasi Majalengka menuju pelabuhan atau daerah tetangga. Seharusnya, seiring dengan visi Majalengka sebagai kota modern dan inklusif, infrastruktur dasar seperti pencahayaan jalan menjadi prioritas utama. Ketimpangan antara megahnya proyek strategis nasional di Majalengka dengan gelapnya jalan-jalan kabupaten menjadi ironi yang sering diperbincangkan di media sosial.
Pemerintah Daerah Majalengka diharapkan segera merespons keluhan Majalengka Kota Mati Malam Hari dengan melakukan pengadaan dan perbaikan lampu jalan secara masif. Penggunaan lampu hemat energi berbasis tenaga surya bisa menjadi solusi untuk menjangkau area-area terpencil yang sulit diakses jaringan listrik PLN. Selain itu, partisipasi dari pihak swasta dan pelaku industri di Majalengka melalui dana CSR juga bisa diarahkan untuk membantu menerangi lingkungan di sekitar kawasan mereka. Kota yang terang akan memberikan rasa aman dan memicu geliat ekonomi produktif yang lebih panjang hingga larut malam.
