Petualangan Kuliner dan Sejarah di Majalengka: Mengupas Tuntas Keunikan Jawa Barat. Kabupaten Majalengka, yang dijuluki “Kota Angin”, menawarkan lebih dari sekadar pemandangan alam yang memukau. Di sini, Anda dapat merasakan sebuah petualangan kuliner yang otentik, dipadukan dengan eksplorasi jejak-jejak sejarah yang kaya, mengungkap keunikan Jawa Barat yang tak banyak diketahui.
Awali petualangan kuliner Anda di Majalengka dengan mencicipi Nasi Lengko Majalengka. Meskipun mirip dengan Nasi Lengko dari daerah lain, versi Majalengka punya cita rasa khas dengan bumbu kacang yang lebih medok dan aroma kencur yang kuat. Disajikan dengan tahu, tempe, tauge, mentimun, dan kerupuk, hidangan ini sangat cocok untuk sarapan. Di Pasar Tradisional Majalengka Kota, Anda bisa menemukan beberapa penjual Nasi Lengko yang legendaris, salah satunya Warung Nasi Lengko Bi Imas yang sudah berjualan sejak tahun 1970-an. Menurut data penjualan harian warung tersebut, rata-rata 150 porsi Nasi Lengko terjual setiap pagi.
Selanjutnya, jangan lewatkan Jemput. Kudapan manis ini terbuat dari singkong parut yang dicampur gula merah, dibungkus daun pisang, dan dikukus. Rasanya legit dan teksturnya kenyal, sangat cocok sebagai teman minum teh atau kopi. Jemput seringkali menjadi buah tangan khas Majalengka. Pada pameran produk UMKM yang diadakan Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Majalengka pada 10 Juni 2025 lalu, Jemput menjadi salah satu produk yang paling diminati, dengan rata-rata penjualan mencapai 100 kg per hari.
Selain kelezatan kuliner, petualangan kuliner di Majalengka juga tak lepas dari nilai sejarahnya. Misalnya, Museum Talaga Manggung di Kecamatan Talaga. Museum ini menyimpan berbagai benda pusaka dan artefak peninggalan Kerajaan Talaga Manggung, yang pernah berjaya di Majalengka pada abad ke-15. Koleksi museum ini mencakup keris, naskah kuno, dan perhiasan kerajaan, memberikan gambaran jelas tentang peradaban masa lalu. Tim kurator dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII pada Mei 2025 melakukan inventarisasi terbaru terhadap koleksi museum untuk tujuan konservasi.
Kemudian, ada juga Situs Arca Prajnaparamita di Desa Patapan, Kecamatan Leuwimunding. Situs ini merupakan penemuan arkeologi penting berupa arca Dewi Prajnaparamita yang diperkirakan berasal dari era Kerajaan Pajajaran. Penemuan ini menunjukkan adanya pengaruh Hindu-Buddha yang kuat di wilayah Majalengka pada masa lampau. Sebuah tim peneliti dari Universitas Padjadjaran pada Maret 2025 melakukan studi mendalam tentang gaya arca ini, memperkaya khazanah ilmu pengetahuan tentang sejarah Jawa Barat.
Melakukan petualangan kuliner dan sejarah di Majalengka adalah cara terbaik untuk merasakan denyut nadi budaya Sunda yang otentik. Dari cita rasa khas Nasi Lengko hingga kemegahan peninggalan Kerajaan Talaga Manggung, Majalengka menawarkan pengalaman yang lengkap dan memuaskan bagi para pelancong yang ingin mengupas tuntas keunikan Jawa Barat.
