Sebuah peristiwa pembakaran ribuan eksemplar majalah porno yang terjadi di Cirebon pada era 1990-an kembali menjadi sorotan media di Belanda. Aksi yang dilakukan oleh pihak kepolisian setempat ini dianggap sebagai upaya pemberantasan konten yang bertentangan dengan norma dan moral masyarakat pada masa itu.
Peristiwa ini terjadi pada tanggal yang tidak disebutkan secara spesifik dalam arsip berita yang kembali diangkat. Namun, konteks waktu menunjukkan bahwa pembakaran dilakukan sebagai respons terhadap maraknya peredaran majalah-majalah dewasa yang dianggap meresahkan warga Cirebon dan sekitarnya. Lokasi pembakaran dilakukan di tempat terbuka, kemungkinan di alun-alun atau area publik lainnya, sebagai bentuk pernyataan tegas dari aparat penegak hukum.
Media Belanda, salah satunya adalah koran Algemeen Indisch dagblad: de Preangerbode, turut memberitakan kejadian ini. Dalam laporannya, koran tersebut menyebutkan beberapa judul majalah yang dibakar oleh polisi Cirebon. Di antaranya adalah “Mesra”, “Mona Lisa”, dan “Tjinta”. Mayoritas majalah porno tersebut diketahui berasal dari penerbit di Medan.
Selain Algemeen Indisch dagblad: de Preangerbode, media Belanda lainnya, Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, juga menyoroti peristiwa ini. Mereka melaporkan bahwa sekitar 1.200 eksemplar berbagai majalah dibakar di depan umum oleh polisi Cirebon. Isi majalah-majalah tersebut dinilai bertentangan dengan moralitas masyarakat setempat.
Reaksi terhadap pembakaran majalah porno ini di Cirebon pada masanya tentu beragam. Sebagian masyarakat mendukung tindakan tegas kepolisian sebagai upaya menjaga nilai-nilai kesusilaan. Namun, sebagian lainnya mungkin mempertanyakan batasan kebebasan berekspresi dan menilai pembakaran sebagai tindakan yang kurang tepat.
Kini, setelah lebih dari dua dekade berlalu, sorotan media Belanda terhadap peristiwa ini kembali membuka diskusi mengenai penanganan konten pornografi dan batasan-batasan moralitas di Indonesia dari perspektif sejarah. Peristiwa pembakaran majalah porno di Cirebon pada era 90-an menjadi catatan penting dalam sejarah pemberantasan konten dewasa di Indonesia dan menarik perhatian hingga mancanegara.
Semoga artikel ini dapat memberikan informasi dan manfaat untuk para pembaca tentang kejadian yang terjadi di Majalengka, terimakasih !
