Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pergeseran signifikan dalam preferensi wisatawan di Indonesia, di mana Perjalanan Darat dengan kereta api mengalami peningkatan popularitas yang drastis. Fenomena ini didorong oleh berbagai faktor, mulai dari peningkatan kenyamanan layanan, ketepatan waktu, hingga daya tarik visual rute-rute yang menakjubkan. Kereta api kini tidak lagi hanya dilihat sebagai alat transportasi fungsional untuk berpindah dari satu kota ke kota lain, melainkan sebagai bagian integral dari pengalaman berwisata itu sendiri. Perjalanan Darat dengan kereta menawarkan sensasi yang berbeda dari penerbangan, memberikan kesempatan bagi penumpang untuk benar-benar menikmati lanskap Indonesia yang beragam, mulai dari pegunungan hingga sawah terasering. Keberhasilan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam membenahi layanan menjadi kunci utama tren baru ini.
Kenyamanan dan Efisiensi Waktu
Salah satu alasan utama di balik popularitas Perjalanan Darat menggunakan kereta api adalah perbaikan drastis dalam hal kenyamanan dan ketepatan waktu. Sejak diluncurkannya kereta-kereta kelas eksekutif dan sleeper terbaru pada awal tahun 2024, standar kenyamanan telah setara dengan kelas bisnis penerbangan, namun dengan ruang kaki yang lebih lega. Selain itu, Stasiun-stasiun besar kini terintegrasi langsung dengan transportasi publik perkotaan, memudahkan akses.
Kepala Humas PT KAI (Persero), Bapak Joni Martinus, dalam keterangan pers di Jakarta pada Kamis, 5 September 2025, mencatat bahwa rata-rata On-Time Performance (OTP) kereta api jarak jauh telah mencapai 97% sepanjang semester I 2025. Tingkat ketepatan waktu yang tinggi ini menjadi nilai jual yang sangat kuat, khususnya bagi para pelancong yang tidak ingin jadwal liburan mereka terganggu oleh penundaan yang tidak terduga, sesuatu yang kerap terjadi di moda transportasi lain, terutama saat cuaca buruk.
Daya Tarik Visual dan Rute Ikonik
Kereta api menawarkan keunggulan unik yang tidak dimiliki oleh pesawat: pemandangan. Rute-rute seperti Jakarta-Bandung (via jalur selatan) dan Surabaya-Banyuwangi menjadi favorit baru karena melewati pemandangan alam yang spektakuler.
Rute Bandung-Surabaya, misalnya, terkenal dengan pemandangan pegunungan di sekitar Priangan Timur. Banyak wisatawan yang kini sengaja memilih kereta untuk menikmati perjalanan melalui Jembatan Cirahong dan menyaksikan sawah-sawah di Jawa Tengah yang terhampar luas. Pengalaman ini dipromosikan sebagai “wisata mata” yang menenangkan. Peningkatan permintaan tiket untuk kelas eksekutif pada rute-rute ikonik ini tercatat naik 25% menjelang liburan akhir tahun 2025, menandakan bahwa konsumen bersedia membayar lebih untuk pengalaman perjalanan yang lebih kaya.
Keselamatan dan Keteraturan
Aspek keselamatan juga memainkan peran penting. Tingkat kecelakaan yang sangat rendah pada perjalanan kereta api di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan kepercayaan publik secara signifikan. Selain itu, kebijakan keamanan di stasiun dan di dalam kereta juga semakin ketat. Pihak Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) yang bertugas di dalam gerbong menjamin keamanan penumpang selama 24 jam.
Dengan kombinasi kenyamanan, efisiensi waktu, dan pengalaman visual yang unik, tidak mengherankan jika kereta api kini menjadi pilihan favorit baru bagi wisatawan, menggeser dominasi transportasi udara untuk perjalanan jarak menengah.
